Setiap muslim dan muslimah tentu sangat rindu dan ingin berkunjung baitullah Kabah di Makkah, tidak terkecuali bagi seorang ibu hamil. Betapa besar pahala dan fadhilah yang akan diperoleh oleh jamaan umrah membuat sebagian bumil ingin segera berangkat ke Masjidil Haram meskipun dirinya sudah menjadi tempat tumbuh kembang janin tercinta.

Umroh Untuk Ibu Hamil

Umroh Untuk Ibu Hamil

[ Harga Umroh 2018 Lampung ]

Lalu bisakah ibu hamil melaksanakan umroh? – Seperti yang telah kita ketahui haji dan umroh merupakan jihad nya para kaum wanita. Ketika Nabi Muhammad SAW membaiat kaum laki-laki, diantara isi baiat tersebut adalah membela Islam dan berjihad, namun Nabi Muhammad SAW tidak membaiat wanita. Jihad bagi kaum wanita adalah menunaikan ibadah haji dan umroh ke Baitullah. Keutamaan umroh bagi kaum wanita ini memiliki pahala yang setara dengan pahala jihad fi sabilillah.

Aisyah r.a bertanya kepada Nabi Muhammad SAW : “Wahai Rasulullah, apakah bagi kaum wanita ada kewajiban untuk berjihad?” Kemudian beliau menjawab, “Ya betul, bagi mereka ada kewajiban jihad yang tidak ada perang nya, yaitu haji dan umroh”. (Hadist.Riwayat. Imam Ahmad dan Ibnu Majah).

Haji ataupun umroh bagi kaum wanita merupakan sebuah ibadah yang di laksanakan dengan penuh kekuatan dalam masa yang cukup sulit. Persiapan umroh juga harus benar-benar matang. Lalu bagaimana dengan seorang ibu hamil? Umroh membutuhkan energi yang cukup besar, tidak ada larangan bagi ibu hamil untuk menunaikan ibadah umroh ke Tanah Suci.

Asma binti Umais istri Muhammad bin Abu Bakar melaksanakan haji ketika hamil tua hingga beliau melahirkan di miqot. Akan tetapi sebelum melaksanakan ibadah umroh, seorang ibu hamil harus terlebih dahulu berkonsultasi pada dokter untuk mengetahui kondisi ibu dan bayi dalam kandungan. Travel umroh pun biasanya akan bertanya perihal izin atau surat keterangan dari dokter untuk bisa melaksanakan serangkaian ibadah umroh.

Ketika melakukan perjalanan ibadah umroh, seorang ibu hamil di haruskan melakukan perjalanan jauh. Bagi ibu hamil ketika naik pesawat di kategorikan aman, namun ia perlu mengetahui beberapa hal yang menjadi perhatian serius maskapai penerbangan. Seorang ibu hamil harus memahami kondisi tubuh nya sendiri karena biasa nya maskapai penerbangan akan mempertimbangkan usia kandungan yaitu di bawah usia 36 minggu dan juga tidak memiliki komplikasi saat hamil (mual dan muntah berlebihan). Meskipun tidak mengalami komplikasi saat hamil seorang ibu hamil ketika naik pesawat terbang dapat meningkatkan resiko pembekuan pembuluh darah vena, itulah penting nya berkonsultasi terus ke dokter sebelum melakukan perjalanan jauh terutama ibadah umroh.

Maskapai penerbangan pada umum nya memiliki peraturan tentang penumpang ibu hamil. Beberapa maskapai melarang penumpang ibu hamil di trimester ketiga demi keselamatan ibu dan calon bayi. Maskapai penerbangan juga biasa nya meminta surat keterangan dari dokter bahwa ibu hamil tersebut di nyatakan boleh terbang menggunakan pesawat terbang. International Air Transports Association (IATA), yakni organisasi perdagangan internasional meliputi maskapai penerbangan dunia menyatakan bahwa seorang ibu hamil dapat menggunakan pesawat terbang dengan mempertimbangkan riwayat kesehatan serta mempertimbangkan usia kehamilan.

Hal yang paling penting sebelum ibu hamil melakukan ibadah haji dan umroh yaitu seorang ibu hamil perlu mengetahui kesehatan dirinya juga usia kandungan nya. Pada usia kehamilan trimester pertama (1-3 bulan), seorang ibu hamil dapat menggunakan pesawat jika tidak mengalami mual, muntah yang berlebihan serta tidak kelelahan. Pada usia kehamilan trisemester kedua (usia kehamilan 4-7 bulan) seorang ibu hamil aman untuk melakukan perjalanan jauh. Hal ini karena janin telah kuat menempel di rahim serta keluhan mual, muntah sudah berkurang. Sehingga ketika seorang ibu hamil melakukan perjalanan ibadah haji dan umroh di usia kehamilan trimester kedua, resiko keluhan selama perjalanan akan lebih kecil dibandingkan pada saat usia kehamilan di trimester pertama. Sedangkan di usia kehamilan pada trimester ketiga, banyak hal yang harus diperhatikan oleh ibu hamil terkait kondisi kesehatan yang akan terjadi selama perjalanan. Sehingga seorang ibu hamil disarankan untuk menunda untuk melakukan perjalanan ibadah umroh.

Umroh Untuk Ibu Hamil

Umroh Untuk Ibu Hamil

Penanganan bagi ibu hamil memerlukan penanganan kesehatan khusus sebab menyangkut kesehatan calon bayi dalam kandungan. Pemeriksaan kesehatan serta kehamilan ke dokter sebelum melakukan perjalanan ibadah umroh wajib dilakukan. Dengan membawa catatan kesehatan dari dokter, hal ini dapat digunakan sebagai referensi bagi dokter ketika sedang melaksanakan ibadah umroh untuk mengantisipasi jika terjadi sesuatu pada kehamilan ibu hamil tersebut.

Jika setelah berkonsultasi dengan dokter, perjalanan ibadah umroh dapat menimbulkan risiko bagi ibu hamil dan calon bayi, maka ia tidak harus pergi untuk umroh dan disarankan untuk menundanya. Seorang ibu hamil biasanya rentan terhadap kelelahan fisik sebagai akibat dari berjalan dengan jarak yang cukup jauh, sehingga dapat menyebabkan kontraksi di bagian bawah perut dan sakit punggung. Seorang ibu hamil juga dikhawatirkan mengalami dehidrasi karena tidak memiliki asupan cairan yang cukup serta dikhawatirkan akan resiko berdesak-desakan.

Allah SWT berfirman : “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. (Q.S Al Baqarah: 286).

Tips Ibu Hamil Pergi Umrah

Ibu hamil harus mengerjakan tips cara ibu hamil naik pesawat untuk umrah di antaranya yaitu :

1. Seperti yang kami katakan tadi bahwa bumil paling baik berangkat pada usia mengandung 14 hingga 26 minggu atau pada trimester kedua karena pada usia ini bepergian jauh paling baik bagi bumil. Pada usia kehamilan trimester 2 maka kandungan akan aman dari goncangan ringan sewaktu naik pesawat terbang atau transportasi lainnya.

2. Pilihlah Jam Penerbangan Pesawat Paling Sedikit.

Apabila bumil terlalu lama di pesawat terbang maka akan kaki akan terasa kram dan bengkak karena terlalu lama diam, duduk di kursi terasa sangat tidak nyaman, tidak bisa tidur dan lainnya. Bunda sebaiknya memilih travel umrah yang menyediakan penerbangan langsung menuju Arab Saudi atau paling tidak transit 1 kali, apabila 2 kali ke atas maka itu sangat mengganggu ibu hamil.

3. Atur Pola Makan Selama Di Pesawat Terbang.

Perjalanan pesawat menuju Arab Saudi paling tidak membutuhkan waktu 6 jam dan dalam watu yang lama ini tentu perut bumil terasa lapar akan tetapi makanan di pesawat terbang biasanya tidak sesuai dengan selera bunda, kalau dipaksakan dimakan semuanya maka Anda akan merasa mual, saran kami Anda membawa makanan sendiri dari rumah menurut selera yang diinginkan.

4. Jangan Mengenakan Jaket Ketat di Pesawat.

Tidak nyaman apabila ibu hamil mengenakan jaket apalagi dengan bahan ketat disebabkan kursi pesawat terbang tidak nyaman untuk diduduki bunda, hal ini membuat jaket memberikan keadaan yang semakin sesak. Bunda bisa meminta fasilitas selimut kepada pramugari. Dan jangan memakai sabuk pengalaman terlalu kencang juga karena akan mengganggu perut Anda.

Oleh karena itu, mengetahui kondisi kesehatan diri sendiri bagi seorang ibu hamil dan juga kondisi calon bayi sangat penting demi kelancaran dalam melaksanakan ibadah umroh dengan berkonsultasi ke dokter terus. Semoga artikel ini bermanfaat bagi anda yang ingin melaksanakan ibadah suci umroh yang sedang hamil.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *