Hikmah Ibadah Haji dan Umroh – setiap sesuatu yang kita lakukan hendaknya senantiasa memberikan suatu hikmah atau pelajaran di dalam hidup agar kita menjadi pribadi yang lebih baik. Dan sudah seharusnya dalam setiap ibadah yang kita lakukan menjadikan jiwa dan ruh, tidak hanya sekedar menunaikan kewajiban saja dan setelah itu selesai tanpa makna. Tidak seperti itu, melainkan harus ada hikmah yang dapat di ambil sebagai pelajaran.

Menjadi Tamu Allah SWT

Terkait dengan pembahasan Hikmah Haji dan Umroh, Nabi Muhammad SAW menyebutkan dalam hadist nya :” Orang yang mengerjakan haji dan umroh adalah tamu Allah SWT dan para pengunjung-Nya. Jika mereka meminta kepada-Nya niscaya di beri-Nya. Jika mereka meminta ampun niscaya diterima-Nya doa mereka. Dan jika mereka meminta syafaat niscaya mereka diberi syafaat”. (Ibnu Majah)”.

Hikmah Teristimewa Menjadi Tamu Allah SWT

Hikmah Teristimewa Menjadi Tamu Allah SWT

[ Jamaah Umroh Lampung ]

Umroh adalah sebuah perjalanan suci yang sehingga setiap apa yang telah kita lakukan di Tanah Suci akan di hitung sebagai Pahala ibadah, juga ketika kita memberikan sedikit bantuan makan atau minum kepada teman seperjalanan yang sedang kesulitan atau kpd orang yang kita temui ketika di sana yang sedang membutuhkan bantuan.

Oleh karena itu, senantiasa berdoalah agar diberikan kemampuan untuk bisa berkunjung ke Baitullah dan ketika berada disana, anda mintalah syafaat dan memohon ampun sebanyak-banyak nya karena di sana kita adalah sebagai Tamu Allah SWT yang akan di muliakan oleh – Nya, yang sebagaimana telah di jelaskan di dalam hadist di atas.

Berikut ini akan di sebutkan Hikmah-hikmah Haji dan Umroh, simak selanjutnya :

  1. Menghapus dosa

Dalam sebuah hadist di jelaskan, Nabi Muhammad SAW bersabda :

“Barangsiapa yg melaksanakan ibadah haji, dia tidak melakukan perbuatan maksiat & tidak juga berkata-kata yg kotor, maka ia akan kembali ke negerinya dengan tanpa dosa, seperti ia dilahirkan ibunya pertama kali.” (HR.Bukhari, Muslim, An-Nasa’i, Ibnu Majah & Tirmidzi dari Abu Hurairah).

“Dosa-dosa yg dilakukan antara umrah dengan umrah berikutnya diampuni. Ibadah umrah & haji yg mabrur (yang diterima oleh Allah SWT) tidak lain imbalannya selain surga.” (HR.Bukhari, Muslim, Tirmidzi, An-Nasa’i, Ibnu Majah, Imam Malik, & Ahmad ibnu Hanbal).

“Orang-orang yg melaksanakan haji & umrah adalah tamu-tamu Allah SWT. Jika mereka berdoa, Allah akan mengabulkannya, & jika mereka meminta ampunan, Allah akan mengampuni mereka.” (HR.An-Nasa’i, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, & Ibnu Hibban dari Abu Hurairah).

Dari ketiga hadis yang di atas, tidak ada pembedaan antara dosa kecil dan dosa besar. Maka dari itu, berdasarkan Mazhab Hanafi dosa yang di hapus tersebut adalah dosa besar dan juga dosa kecil. Jika dosa kecil  dan besar sudah dihapus oleh Allah SWT, tentunya seseorang tersebut akan terhindar dari siksaan neraka.

Berkaitan dengan hadits Rasulullah SAW diriwayatkan oleh Jabir bin Abdullah, “ketika saat wukuf, Allah turun ke langit dunia & berfirman kepada malaikat: “Lihatlah hamba-hambaKu, mereka datang kepadaKu dengan rambut yg kusut, berdebu, berbondong-bondong dari segala penjuru bumi yg jauh untuk hanya mengharapkan keridhaanKu & memohon untuk dijauhkan dari siksa neraka. Dan tidak ada orang yg lebih banyak dibebaskan dari api neraka kecuali pada hari Arafah.”

  1. Memperteguh juga Memperbaharui Keimanan Kepada Allah SWT.

Orang –orang yang akan melaksanakan ibadah haji dan umroh, mereka yang mengetahui dan merasakan begitu beratnya perjuangan Nabi Ibrahim AS beserta dengan istinya Siti Hajar dan juga anak nya Nabi Ismail AS ketika sedang membangun Rumah Allah yaitu “Ka’bah” sebagai pusat nya peribadatan Umat Islam.

Perjuangan dalam mensyiarkan agama Allah SWT melalui pelaksanaan ibadah suci haji dan umroh. Para jamaah haji dan umroh juga dapat langsung menyaksikan tempat-tempat yang sangat bersejarah hasil dari perjuangan yang di rasakan oleh Nabi Muhammad SAW di negeri yang tandus (Makkah dan Madinah) dengan segala rintangan yang di lalui. Semua ini tentu akan memberi pengaruh besar terhadap keimanan para jamaah haji dan umroh tersebut.

  1. Mempertebal Kesabaran dan Kepatuhan Terhadap Ajaran-ajaran Agama.

Karena, selama menjalankan ibadah haji, jamaah haji merasakan betapa berat perjuangan yang harus dihadapi untuk mendapatkan keridhaan Allah SWT.

  1. Hikmah Teristimewa Menjadi Tamu Allah SWT

    Hikmah Teristimewa Menjadi Tamu Allah SWT

    menimbulkan rasa syukur atas segala karunia dari Allah SWT kepada hamba nya, sehingga dapat mempertebal rasa pengabdian kepada Allah SWT.

  2. Memupuk Rasa Persatuan dalam Persaudaraan Umat Islam.

Adanya keseragaman dalam pelaksanaan ibadah suci haji dan umroh dalam memberikan pelajaran bahwa umat Islam itu harus memiliki satu visi dan misi yang sama, yaitu untuk menegakkan syariat Islam. Dimulai dari pelaksanaan rukun haji yg di lakukan pada waktu yg sama juga tempat yg sama pula.

Ketika akan melaksanakan serangkaian ibadah haji dan umroh, maka harus di tanggalkan pakaian kemegahan kantor, pakaian adat kesukuan dan kebangsaan. Kemudian, hanya berlaku satu pakaian kesatuan yang tidak akan membedakan antara si kaya dan si miskin, tidak akan membedakan antara orang kantoran dan rakyat biasa, dan tidak juga membedakan suku dan bangsa. Pakaian tersebut hanya berwarnakan  putih, sebagai lambang bahwa serikat harus diikat dengan kesucian jiwa dalam ukhuwah islamiyah.

  1. Bermanfaat Dari Segi Ekonomi.

Ibadah haji dan umroh juga banyak memberikan manfaat yang banyak bagi para pedagang, mengingat jumlah jamaah haji dan umrah yang banyak tersebut tentu nya yang akan membutuhkan kebutuhan yang sangat banyak pula. Di sisi lain, ibadah haji juga dapat memberikan manfaat di bidang ekonomi umat Islam yang tidak memiliki kemampuan dalam menunaikan ibadah haji dan umroh, khusus nya untuk negara-negara yang di dalam nya terdapat umat Islam.

Dikarenakan pemerintah Arab Saudi juga memiliki kebijakan khusus untuk menghindari kemubaziran bahwa daging hewan yg di sembelih sebagai dam dari jamaah haji, akan di kirimkan ke berbagai negara yg di dalamn ya ada umat Islam yg miskin. Inilah salah satu yg dimaksud dalam firman Allah SWT, “Supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka …” (QS. Al-Hajj : ayat 28).

  1. Kesadaran akan Persamaan Nilai-nilai Kemanusiaan.

Allah SWT berfirman, “Bertolaklah kamu dari tempat Bertolaknya orang-orang banyak, & mohonlah ampunan kepada Allah SWT. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Baqarah : ayat 199).

Ayat ini adalah teguran bagi sekelompok orang (yg di kenal dengan al-hummas) yang mengingkari akan kesamaan nilai kemanusiaan, kemudian dengan perasaan memiliki keistimewaan diri, juga enggan bersatu dengan orang banyak ketika melakukan wukuf. Mereka melakukan wukuf di Muzdalifah, sedangkan orang banyak melakukan wukufnya di Arafah.

Pemisahan diri yg dilatarbelakangi oleh perasaan superioritas inilah yg dicegah oleh Allah SWT dalam penjelasan ayat di atas. Adanya persamaan nilai kemanusiaan semakin jelas bila dipautkan dengan isi khutbah Nabi Muhammad SAW ketika melaksanakan Haji Wada’ yg intinya menekankan:

  1. Persamaan
  2. Keharusan untuk memelihara jiwa & kehormatan orang lain
  3. Larangan untuk melakukan penindasan juga pemerasan terhadap kaum lemah, baik dalam bidang ekonomi maupun di bidang-bidang lainnya.
  1. Pelajaran Mengenai Fungsi Manusia sebagai Pemimpin juga Pelindung Makhluk Tuhan lainnya.

Pada pelaksanaan ibadah haji , khususnya semenjak berlaku berpakaian ihram, ada sejumlah larangan-larangan yang mesti di perhatikan oleh jamaah haji. Diantara nya agar untuk tidak menyakiti binatang, tidak membunuh, tidak menumpahkan darah, dan tidak mencabut pepohonan.

Hal ini memberikan sebuah pelajaran bahwasannya manusia berfungsi sebagai pelindung bagi makhluk-makhluk Allah SWT. Sehingga manusia benar-benar menjadi rahmat bagi sekalian makhluk yg berada di alam ini.

Jamaah haji juga dilarang untuk menggunakan wangi-wangian, bercumbu atau menikah, berhias. Agar setiap jamaah haji menyadari bahwa manusia tidak hanya materi semata, bukan pula untuk kepuasan birahi, dan bahwa hiasan yg dinilai Allah adalah hiasan ruhani (ketakwaan pada setiap pribadi umat Islam). Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya manusia yg paling mulia di sisi Allah ialah manusia yg paling bertakwa.” (QS. Al-ujurat (49): ayat 13).

Demikian pembahasan mengenai Hikmah Teristimewa Menjadi Tamu Allah SWT.  Masih banyak hikmah-hikmah lainnya yg dapat di petik dari pelaksanaan ibadah haji juga umrah. Allah tidak akan memberikan kesia-siaan dalam mensyariatkan ibadah haji dan umrah. Semoga bermanfaat bagi anda.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *